Menulis tentang Masa Lalu
Menulis tentang masa lalu digunakan untuk menjelaskan perkembangan historis, penelitian terdahulu, perubahan dari waktu ke waktu, atau latar belakang suatu fenomena. Fungsi ini penting dalam pendahuluan, tinjauan pustaka, dan pembahasan perkembangan suatu isu.
Gunakan pola berikut ketika menjelaskan riwayat perkembangan konsep, studi terdahulu, perubahan kebijakan, atau dinamika fenomena dari masa ke masa. Pastikan periode waktu disebutkan secara jelas dan gunakan bentuk waktu yang konsisten.
Pola Perkembangan Historis
| Pembuka Kalimat | Penanda Waktu | Objek | Perkembangan |
|---|---|---|---|
| Pada awalnya, | sebelum tahun 2000 | kajian tersebut | lebih banyak berfokus pada aspek teknis |
| Sejak munculnya teknologi digital, | awal 2000-an | praktik akademik | mengalami transformasi yang signifikan |
| Dalam beberapa dekade terakhir, | 2010 hingga sekarang | perhatian peneliti | bergeser ke arah dimensi partisipatif |
| Pada periode awal pengembangan konsep, | tahun 1990-an | fokus utama | tertuju pada kerangka teoretis |
| Sebelum tersedia data digital, | sebelum era internet | studi semacam ini | banyak mengandalkan data dokumen cetak |
- “Dalam beberapa dekade terakhir, kajian media komunitas telah berkembang dari fokus pada distribusi informasi menuju perhatian pada partisipasi warga.”
Catatan EYD V dan KBBI
- Sebutkan periode waktu secara eksplisit, misalnya "tahun 2010", "awal 2000-an", atau "dekade lalu".
- Gunakan bentuk waktu yang konsisten dalam satu paragraf.
- Hindari kata "dulu" tanpa konteks waktu yang jelas dalam tulisan formal.
- Periksa kebakuan istilah historis pada KBBI.
- Gunakan tanda hubung yang tepat untuk rentang waktu, misalnya 2010–2024.
Contoh Paragraf
Pada awalnya, kajian mengenai literasi digital lebih banyak berfokus pada keterampilan teknis penggunaan perangkat. Sejak awal 2000-an, perhatian peneliti mulai bergeser ke arah kemampuan evaluasi informasi. Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi mengubah cara individu berinteraksi dengan media digital. Sebagai konsekuensi, kajian literasi digital saat ini cenderung menempatkan partisipasi sebagai dimensi penting. Dengan demikian, perkembangan konsep ini mencerminkan pergeseran dari pendekatan teknis menuju pendekatan yang lebih kritis dan partisipatif.