Menandai Transisi
Menandai transisi digunakan untuk menghubungkan gagasan, kalimat, paragraf, atau bagian tulisan agar alur argumentasi lebih jelas. Transisi membantu pembaca memahami hubungan antaride, seperti penambahan, pertentangan, sebab-akibat, contoh, penekanan, dan simpulan.
Gunakan pola berikut untuk menjaga koherensi tulisan. Pilih penanda transisi sesuai hubungan logis antaride. Hindari penggunaan transisi yang berlebihan atau tidak sesuai, misalnya memakai "namun" ketika tidak ada pertentangan.
Pola Penambahan
| Penanda Transisi | Posisi | Fungsi | Contoh Pola Kalimat |
|---|---|---|---|
| Selain itu, | awal kalimat | menambahkan informasi sejenis | penelitian ini juga menyoroti aspek partisipasi |
| Lebih lanjut, | awal kalimat | memperluas pembahasan | temuan tersebut menunjukkan pola yang konsisten |
| Di samping itu, | awal kalimat | menambahkan dimensi lain | analisis dilakukan pada dua kelompok pembanding |
| Sementara itu, | awal kalimat | menambah konteks paralel | data lapangan memperkuat hasil survei |
| Tidak hanya itu, | awal kalimat | menekankan tambahan | beberapa indikator menunjukkan pola yang serupa |
- “Selain itu, penelitian ini juga menyoroti aspek partisipasi mahasiswa dalam diskusi daring.”
Catatan EYD V dan KBBI
- Gunakan tanda koma setelah penanda transisi di awal kalimat.
- Hindari penggunaan dua penanda transisi sejenis dalam satu kalimat.
- Pilih penanda yang sesuai dengan hubungan logis, bukan sekadar variasi gaya.
- Periksa kebakuan istilah penanda pada KBBI.
- Jaga konsistensi nada akademik dengan menghindari transisi informal seperti "tapi".
Contoh Paragraf
Selain itu, hasil survei juga menunjukkan adanya perbedaan pola partisipasi antarprogram studi. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak terlalu besar dan masih berada dalam rentang yang wajar. Oleh karena itu, kebijakan literasi digital perlu mempertimbangkan keragaman karakteristik program studi. Sebagai contoh, program studi dengan kelas besar memerlukan strategi diskusi yang berbeda dengan program studi dengan kelas kecil. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan pentingnya pendekatan yang adaptif terhadap konteks pembelajaran.