Fungsi Akademik Umum

Menjelaskan Sebab-Akibat

Menjelaskan sebab-akibat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara faktor penyebab, proses, dan akibat dalam tulisan akademik. Fungsi ini harus digunakan secara hati-hati karena tidak semua hubungan dalam data dapat langsung disebut sebagai hubungan kausal.

Gunakan pola berikut ketika data, teori, atau desain penelitian mendukung penjelasan sebab-akibat. Jika data hanya menunjukkan korelasi atau kecenderungan, gunakan bahasa yang lebih hati-hati seperti "berkaitan dengan", "berkontribusi terhadap", atau "dapat memengaruhi".

Pola Penyebab Langsung

Penyebab
Penggunaan media interaktif
Kata Hubung Kausal
menyebabkan
Akibat
peningkatan keterlibatan siswa
Mekanisme
melalui peningkatan perhatian
Penyebab
Penerapan kebijakan baru
Kata Hubung Kausal
menimbulkan
Akibat
perubahan pola interaksi
Mekanisme
dalam ruang kelas
Penyebab
Pelatihan literasi digital
Kata Hubung Kausal
menghasilkan
Akibat
peningkatan kemampuan evaluasi informasi
Mekanisme
yang signifikan
Penyebab
Penambahan fitur kolaboratif
Kata Hubung Kausal
mendorong
Akibat
keterlibatan partisipan
Mekanisme
secara konsisten
Penyebab
Penyederhanaan antarmuka
Kata Hubung Kausal
mengakibatkan
Akibat
penurunan waktu penyelesaian tugas
Mekanisme
sebesar 20%
Contoh penggunaan
  • Penerapan kebijakan baru menimbulkan perubahan pola interaksi dalam ruang kelas, terutama pada kelompok diskusi terbuka.
Rujuk EYD V Rujuk KBBI

Catatan EYD V dan KBBI

  • Gunakan "menyebabkan" hanya jika desain penelitian mendukung klaim kausal.
  • Untuk data korelasional, gunakan "berkaitan dengan" atau "berasosiasi dengan".
  • Hindari penggunaan ganda "sebab" dan "karena" dalam satu kalimat.
  • Sebutkan mekanisme atau perantara hubungan jika tersedia.
  • Periksa istilah teknis seperti "mediasi", "moderasi", dan "kausalitas" pada KBBI.

Contoh Paragraf

Penggunaan media pembelajaran interaktif dapat memengaruhi keterlibatan siswa melalui peningkatan perhatian dan partisipasi kelas. Pola ini muncul terutama pada kelompok yang mendapatkan pelatihan singkat sebelum penggunaan media tersebut. Meskipun demikian, hubungan tersebut belum dapat dipahami sebagai kausalitas langsung karena desain penelitian ini bersifat korelasional. Oleh karena itu, simpulan mengenai pengaruh media interaktif sebaiknya ditafsirkan sebagai pola asosiatif yang memerlukan pengujian lanjutan melalui desain eksperimental.